Di masa kecilku aku tak pernah tahu
apa itu dunia luar aku hanya tahu apa yang ada disekitarku dan itu adalah teman-teman
dikampungku dengan rumah-rumah kecil dan
sawah-sawah yang menelilingi kampungku. Waktu SD aku dan teman-temanku harus
melewati sawah untuk sampai disekolah perjuanganku untuk belajar sangatlah sulit,
apalagi waktu musim hujan. Kalau musim hujan kita memakai daun pisang dan sesampai
sekolah pasti kebasahan dan dengan kaki yang kotor tapi untungnya guru2Ku tahu kalau kita anak
sawah jadi mereka memaklumi dan sampai SMPpun aku dan teman2ku selalu melewati
sawah untuk sampai kesekolah. Saat lulus SMP orang tuaku memutuskan untuk sekolah
SMA di kota dan akupun dicarikan kost yang khusus kost yang super ketat dan
khusus untuk cewek . Disana aku
menemukan banyak teman ada yang namanya inang, eti, novi, dini, indra,ida,
sulis dan risim dan mereka adalah kakak2 kelasku di SMA, mereka sangat baik dan
ramah. Awal aku masuk SMA mereka membantuku untuk mencari bahan-bahan untuk
OSPEK seperti bawang merah, bawang putih, terong, cabe, tali rapia, topi
kerucut tas karung dll dan pada hari pertamaku ospek sangat menyakitkan karena
penuh dengan bentakan dan ocehan osis-osinnya. Kita dikumpulin dilapangan pada
siang hari dan disuruhbaris- berbaris karena aku gk tahan akhirnya aku minta
izin ke toilet setelah itu saat berjalan menuju toilet aku meliahat seseorang
di bawah pohon yang sedang berdiri sambil melihat osis-osis yang sedang
mengajar PBB di lapangan. Kemudian aku sampai di toilet cuci2 muka dan setelah
itu langsung balik ke lapangan. Lama-kelamaan orang yang aku lihat di bawah
pohon tadi tiba-tiba datang dan ikut membentak, aku heran dan berkata dalam
hati “kenapa ya orang ini ikut-ikutan”. Dan kemudian pertanyaanku terjawab dan
ternyata dia juga sebagai anggota OSIS. Kemudian pada saat kita masuk kelas kita
diperkenalkan nama-nama anggota osisnya dan yang aku lihat dibawah pohon itupun
memperkenalkan dirinya dan namanya adalah Hamdi, setelah itu dia berkata” ada
yang ingin ditanyakan?”, dan akupun keceplosan berkata ” Sudah punya pacar?”
dan dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya, dan akupun ditertawakan oleh
teman-temanku, dan disana aku sangat malu. Pada hari kedua, hari terakhir ospek
ospek aku selalu memperhatikannya dan saat aku melihatnya dia juga melihatku
dan aku langsung menunduk. Pada saat jam istirahat aku dan temanku namanya dina
pergi ke kelas yang kosong buat istirahat dan kemudian ada yang memanggilku
namanya ayu dia menyuruhku keluar dan akupun gk mengerti dengan apa maksudnya,Kemudian
aku diajak kekelas yang satunya dan disana ada dia k’ Hamdi, akupun kaget dan
gak tau harus ngapain, dia tersenyum padaku dan ayu meninggalkanku berdua
dikelas itu. Setelah itu dia bertanya” namamu siapa?”, aku jawab”varni”. Kemudian
setelah lama ngobrol dia meminta no. Hp_Q
tapi dia gk bawa hp dan cuman bawa bolpoin dan dia mencatat no.Hp_Q di
lengannya dengan angka yang sangat besar dan akupun tertawa :D. Setelah itu bel
pun berbunyi dan waktunya kumpul dilapangan dan persiapan untuk pulang. Sesampainya
aku di kost aku tertawa-tawa sendiri dan kakak2 kostku bertanya “kamu knp var,
koq ketawa2 sendiri kyk orang gila”? dan aku hanya tersenyum, dan malam itu dia
langsung menelponku dan aku deg-degkan karena aku baru pertama kalinya mengenal
cowok setelah nelpon akupun gk sabar untuk cepat-cepat pagi untuk berangkat
sekolah biar bisa ketemu dia,.hehe. paginya aku berangakt sekolah dan sesampai
disekolah aku melihatnya dilapangan sedang menaikkan bendera, karena dia juga
sebagai anggota paskibra, dia tersenyum melihatku dan akupun membalasnya dengan
senyuman. Lama kelamaan akhirnya kita jadian dan selalu ketemuan waktu jam
istirahat, pada saat itu dia menyuruhku untuk ikut paskibra dan keesokan
harinya akupun daftar menjadi anggota paskib, dan saat aku daftar dia gk ikut
denganku dan hari itu kita full gk ketemu dan aku gk ngerti dia kemana. Keesokan
harinya saat jam istirahat dia gk ke kelasku dan akhirnya aku mengajak temanku
untuk pergi kekelasnya, sesampainya aku disana aku masuk kekelasnya dan dia
tidak ada disana aku tanya temannya dan kata temannya gk tau dan akhirnya aku
dan dina pergi, setelah itu dina mengajakku melewati panggung dan apa yang aku
lihat, aku melihat dia bersama ayu lagi bermesraan di panggung, aku langsung
lari, dia melihatku dan mengejarku mulai saat itupun aku mulai membenci cowok. Keesokan
harinya saat jam istirahat yang daftar2 paskib disuruh kumpul dan akupun
kumpul, diperkumpulan itu kita diperkenalkan kakak2 senior dan kita dikasih no.
Senior untuk menanyakan apa yang tidak kita ngerti. Pada malam harinya aku
sedih dan gak tau harus ngapain karena hati ini sangat sakiiit, setelah itu aku
coba buka buku untuk mencoba belajar, didalam buku itu aku malah menemukan no
kakak senior paskibku dan aku langsung coba-coba sms dia, aku bilang” hai kaq
ini varni adk kelasnya,. Boleh nanyak gk kaq”?, dan ternyata dia menjawab
smsku,. “iya dek mau tanya apa?”. dari sana aku seneng tapi sedih dan akhirnya aku gk jawab sms dia
lagi. Keesokan harinya disuruh kumpul paskib lagi dan dan ada yang menyapaku,.”hei
varni koq gk bls smsku tadi mlm, u mau tanya apa?” dan aku bengong sambil
menatap wajahnya, dlm hati”uuuuuuuuu ganteng”, dan dia bertanya lagi,.” hei
varni koq gk bls smsku tadi mlm, u mau tanya apa?” dan aku kaget,. “oh ya kaq
maaf ketiduran gk nanyak apa-apa koq”,. Dan dia tersenyum sambil melihatku. Malam
harinya dia menelponku dan aku mencoba melupakan k’ Hamdi dengan dekat dengan k’
senior paskibku, namanya rahasia yaa..he. lama-kelamaan aku jadian lagi sama k’seniorku
dan aku mundur dari karena di paskib gk
boleh berpacaran sesama anggota paskib dan akupun mengundurkan diri, k’
seniorku itu melarangku tapi aku tetap menundurkan diri. Aku dan k’seniorku
cuman bertahan sampai 2 minggu dan ternyata dia udah punya pacar dan pacarnya
itu adalah kakaq kelas yang terkenal paling pinter di sekolahku,. Yaa jelas aku
minderLah, dan sekarang aku memutuskan untuk tidak akan kenal cowok lagi dan
setiap kali aku ketu dengan k’Hamdi dan k” senior paskibraku aku selalu diam
dan menunduk meskipun dia mengajakku bicara tapi aku gk pernah peduli dan gk
pernah mau dengar omongan mereka yang terus terusan minta maaf. Setelah lama gk
pernah mengenal cowok sampai kelas 3 SMA aku hanya asyik dengan teman-teman
dekatku ada jamilah dan aida dan saat
itu aku ingin coba membuka hatiku kembali kemudian aku ketemuan dengan
seseorang yang beda sekolahan denganku dan aku dikenalin sama kakakku yang sama
sekolahannya dengan dia, tapi aku sih biasa-biasa aja soalnya udh capek
dibohongin terus , dan akhirnya diapun menyatakan cinta padaku,. Emm ya akupun
menerimanya tapi aku gk terlalu serius sama dia, oh ya namaya iyan. Kemudian Lama-kelamaan
aku melihat ada yang beda darinya dan
dia ternyata sangat setia dan mau menerima segala kekurangan dariku, tapi aku
gak pernah peduli sama dia aku menggantungnya dan aku mentigakan cintanya aku jadian
lagi sama cowok lain satu dari jurusan ips dan satunya teman kelasku. Setelah lulus
SMA, pepisahan dengan teman-teman dan tukaran kado dech sama aida dan jamilah. Menunggu
pengunguman SNMPTN aku, jamilah dan aida selalu ngumpul-ngumpul kadang
dirumahku atau dirumahnya aida. Pada pengumuman SNMPTN akhirnya aku,jamilah dan
aida keterima. Aku di jurusan Biologi di
UB, Jamilah jurusan TP di bali dan aida menetap di lombok dengan jurusan
biologi di UNRAM. Saat itu kita bertiga sedih karena akan pisah tapi kita
berjanji akan selalu saling menghubungi meskipun kita jauh :D.